syarifah zhavira maziyya

Kemarin saya dikejutin oleh perkataan temen yang bilang kalo saya adalah orang yang enggak tau malu,, soalnya setiap ngeliat bule sama artiZz di tempat kelahiran saya tercintah ini yaitu Bandoeng,, saya pasti teriak-teriak manggil-manggil mereka dari dalem mobil setiap ngeliat mereka.
Padahal saya cuma setingkat lebih tinggi dari mereka untuk berani berkenalan sama itu bule en artiZ. Saya kan Cuma memiliki suara lebih tinggi dari frekuensinya dari mereka dan mereka juga (lagi2) protes kalo saya lagi pengen teriak2.
Saya sich selalu mikir kenapa juga mesti ngomongin di dalem mobil aja setiap ngeliat artiZz ato bule, mereka selalu teriak2 di dalem mobil ‘ tuh ada bulee kyaaaaa’ kaya gitu contohnya,, yawch udah saya sich Cuma berinisiatif aja buat manggil merekapadahal kan lumayan bisa kenalan ama mereka,, yang artiZz2 ketemunya tuch sama ade rai en desta sama mozza,, kan untung banget tuch,, padahal niatnya saya pengen photo bareng mereka en minta ttd mereka,, lumayan bisa dibangga2in sedikit ke orang rumahh,,hahaaaiii~
tpi malah kena komentar macem2,, yawch malu lah,, kampungan laahh,, huuffttt~
Malangnyaa nasibkuuuuuu . . .
syarifah zhavira maziyya
Kita sering sekali mendengar cerita orangtua yang tidak menyayangi anaknya sendiri, orangtua menelantarkan anaknya sendiri, dan orangtua yang selalu menyiksa anak kandungnya sendiri. Bagaimana perasaan sang anak saat ia merasa bahwa ia tidak dibutuhkan dan tidak diinginkan oleh kedua orangtuanya?? Pasti sang anak akan merasa sedih,kecewa,dan putus asa.

Tetapi yang ingin saya ceritakan adalah kebalikan dari cerita yang di atas. Orangtuan yang sangat mencintai anaknya, yang menyayangi anaknya,dan lebih mementingkan sang anak dari pada suaminya sendiri?? Mungkin sang anak akan merasa senang di sepanjang hidupnya, karena diberi limpahan kasih sayang dari sang ibu. Tapi.. bagaimana bila kejadiannya sang ibu sangat overprotective kepada anaknya. Karena terlalu sayangnya sang ibu kepada anaknya, sang anak tidak boleh memiliki orang yang dicintai selain ibunya sendiri, sang anak tidak boleh memiliki teman. Hidup sang anak hanyalah bersenang-senang dengan sang ibu.

Saya pernah menonton film di salah satu tv swasta, mungkin sekitar jam 1-2 pagi. Di cerita itu dijelaskan bahwa sang anak sampai tidak boleh bersekolah di SD lantaran sang ibu merasa bahwa sang anak akan menjauhi sang ibu dan tidak akan menyayangi ibunya lagi. Sang anak berontak dan akhirnya sang ibu memperbolehkan anaknya bersekolah di SD, tetapi sang ibu tidak menyerah begitu saja, ia selalu membawa anaknya untuk pulang lebih awal dari sekolahnya dengan berbagai macam alasan diberikan kepada kepala sekolahnya.

Jadi manakah yang lebih menyenangkan?? Orangtua yang tidak peduli dengan anaknya, atau orangtua yang sangat peduli dengan anaknya,tetapi kita tidak boleh memiliki teman??

Anehnya...
syarifah zhavira maziyya
Kucing rumah, punya latar belakang selalu bahagia. diberi makan yang layak, diberi tempat istirahat yang nyaman, intinya diberi limpahan kasih sayang oleh sang majikan.Sedangkan kucing jalanan, punya latar belakang yang amat kelam dan suram. Mengais-ngais makanan di tempat sampah dan sudah pasti makanan tersebut tidak layak untuk dimakan baik untuk kucing sekalipun, kadang kala kucing kejalanan sering sekali merasa kelaparan, kedinginan karena tidak memiliki tempat tinggal yang nyaman dan aman,dan kesepian.Berusaha sekeras apapun sang kucing jalanan hanya akan dianggap pengganggu oleh para manusia dan hewan-hewan lainnya, sebaik apapun kucing jalanan sesopan apapun kucing jalanan sekali jalanan tetaplah dianggap seekor kucing jalanan yang tidak berharga dan tidak berguna untuk kuicng yang lain, untuk hewan yang lain,dan untuk manusia yang lain.

Tetapi saya bangga dengan kucing jalanan. Karena kucing jalanan dapat merasakan berbagai macam peristiwa yang belum pernah saya alami seumur hidup saya. Saya hidup di keluarga yang harmonis, saya tidak pernah kekurangan apapun, baik makanan, tempat tinggal,kasih sayang,dekapan yang hangat.

Tapi kadang saya merasa gelisah, apabila saat-saat yang berbahagia hilang dari hadapan saya. Saya tidak pernah bisa merasa sanggup menanggung beban seberat itu,karena hidup saya adalah F.L.A.T. bagai papan yang lurus, saya merasa bahwa selama ini hidup saya datar-datar saja. Tanpa tekanan yang membuat jantung berdetak lebih kencang karena efek tegang, tanpa kepala yang merasa pening dan pusing mencari solusi dari setiap masalah yang muncul,dsb. Intinya adalah saya seorang yang kosong,hampa,tanpa punya makna yang mendalam akan suatu hal.

Maka dari itu saya selalu berandai-andai. Saya sangat sering berandai-andai menjadi orang lain, mungkin sebagai sahabat saya, teman saya, orang-orang yang kenal saya, dan orang-orang yang mungkin tidak kenal saya sama sekali. Saya ingin tahu masalah apa saja yang pernah muncul di kehidupan mereka,dan dengan cara apa mereka menyelesaikan solusi atas masalah-masalahnya.

Seperti kucing jalanan, mereka berusaha mencari berbagai macam solusi untuk dapat memuaskan segala yang diinginkannya. Kucing jalanan selalu berusaha mendapatkan apa yang di mau dengan kerja keras dan tidak pernah merasa pasrah dengan hidup yang semakin hari semakin hancur tak karuan.